Sebuah Tulisan Tentang Kesalahan (Salvation From The Guilty)

Sejak kita lahir ke dunia ini, kita semua, manusia sudah dikaruniai sebuah naluri yang sangat berharga, namun bisa juga ia menjadi sesuatu yang tidak ada nilainya sama sekali tergantung bagaimana kita memberikan sikap pada naluri kita itu.

Masih ingatkah kamu sebuah cerita yang diceritakan oleh ayah dan ibumu tentang bagaimana kamu buang air di celana dengan polosnya tanpa ada perasaan bersalah saat masih kecil dulu? Lalu, maju beberapa tahun kemudian dari situ, kamu mulai belajar menyadari setiap tingkah laku kamu sendiri, dari mulai merasakan bagaimana rasanya bisa berjalan dengan kaki sendiri tanpa dituntun sampai ke bagaimana kamu mulai diperkenalkan kepada dunia luar dan mulai memiliki apa yang dinamakan teman, lalu pada suatu hari kamu sempat merasa kesal karena tidak diberi pinjam mainan oleh temanmu lalu memukulnya hingga ia menangis. Maju beberapa tahun kemudian, kita mulai belajar memahami, apa yang benar dan apa yang salah dengan bekal sebuah rasa keingintahuan yang sangat tinggi dan sulit untuk dihentikan oleh siapapun sekalipun itu adalah seisi alam semesta yang menentang, akan sulit membendung rasa ingin tahu manusia yang betapa hebatnya itu.

Dalam perjalanannya , manusia sebagai mahkluk yang memiliki kompleksitas tertinggi diantara mahluk-mahluk Tuhan lainnya harus dihadapkan dengan berbagai macam realita dari mulai yang konstruktif sampai ke berbagai hal yang bersifat destruktif, dari mulai wujud yang buruk sampai ke wujud yang keterlaluan indahnya, dari menikmati sebuah kenyataan yang amat manis untuk dikenang, hingga harus menelan banyak kenyataan pahit.

Dari sekian panjangnya proses itu, hingga kini kita memahami apa yang tengah kita lakukan sekarang. Sebagai manusia yang meiliki sensitifitas akal dan perasaan yang normal, sekarang kita benar-benar memahami naluri yang sudah kita miliki semenjak kita lahir itu. Dan dia adalah:  BERBUAT KESALAHAN

Yep, kita adalah mahluk tuhan yang sangat normal jika kita pernah berbuat salah, melakukan kesalahan, baik kesalahan-kesalahan kecil maupun sebuah kesalahan yang sangat berakibat fatal terhadap kehidupan kita atau mungkin orang lain.

Sudah berapa banyak kamu melakukan kesalahan selama hidupmu ?, saya amat sangat ingin bertemu dengan kamu yang memang betul-betul belum pernah sama sekali melakukan kesalahan selama hidupmu, saya ingin tahu betul bagaimana hal tersebut bisa terjadi dengan kehidupan kamu ?

Saya ucapkan selamat untuk kamu yang teramat sering berbuat kesalahan dalam hidup kamu. Sekarang kita mulai belajar bersama-sama, artinya saya termasuk didalamnya ikut belajar bagaimana menyikapi sebuah kesalahan, belajar tentang bagaimana kita semakin memahami apa yang benar ketika kita melakukan apa yang salah, belajar tentang bagaimana kita melakukan kesalahan dan belajar dari kesalahan itu, hingga nanti akhirnya kita semakin mengakui bahwa sebenarnya hidup itu teramat indah ketika kita sudah mengalami apa yang tidak indah.

Setiap ada kata KESALAHAN biasanya seringkali terasosiasi dengan kata kekesalan, penyesalan, dendam, amarah, malu, benci sehingga kita selalu merasa banyak ketakutan berbuat salah dan menjadikan hal-hal yang salah itu adalah hal yang tabu. Hal itu sangatlah normal dan biasa. Sayapun seringkali dirasuki dengan perasaan-perasaan tersebut ketika sebuah kesalahan terjadi, baik itu yang saya buat ataupun orang lain yang berbuat. Tapi seberapa seringkah kita mengasosiasikan ‘KESALAHAN’ dangan ‘MAAF’ ?

Baru saja beberapa hari yang lalu saya melakukan sebuah rekonstruksi alam bawah sadar lewat metode self hypnosis yang dikombinasikan dengan neuro linguistic programming didalamnya supaya membuahkan sebuah hasil yang sangat nyata. Dalam proses rekonstruksi alam bawah sadar itu saya melakukan sebuah recall terhadap kesalahan-kesalahan yang pernah saya perbuat, prosesnya cukup memakan waktu yang cukup lama, karena saat proses recall itu saya dibawa ke masa lalu lalu kembali ke masa sekarang, kembali lagi ke masa lalu, kembali lagi ke masa sekarang, dan begitu seterusnya hingga saya merasakan degup jantung yang tak beraturan, kadang kencang, terkadang juga terasa sangat tenang. Semua yang saya lihat di dalam reokonstruksi alam bawah sadar itu benar-benar terlihat nyata, hingga saya merasa benar-benar kembali ke kejadian dimana saya melakukan-kesalahan-kesalahan itu.

Setelah proses recall itu selesai, lalu saya menginstall sebuah program permainan di alam bawah sadar sana, yang saya ciptakan sendiri dan saya beri nama secara bebas yaitu dengan bangga saya perkenalkan “Salvation from the Guilty”.

Permainan ini adalah sebuah permainan yang hanya bisa dimainkan dalam kondisi trance/hipnosis. Fungsi utama dari permainan ini adalah menyelesaikan/mengakhiri semua perasaan-perasaan negatif atas kesalahan-kesalahan di masa lalu. Semua orang bisa memainkan permainan ini asalkan dia memiliki keinginan yang kuat untuk mengakhiri perasaan-perasaan bersalah yang masih menaungi hidupnya. Saya merancang khusus permainan ini sebagai permainan yang berguna bagi yang memainkannya. Apa yang kita mainkan di alam bawah sadar sana tidak jauh berbeda dengan memainkan Playstation, ada generator, ada controller, ada layar yang besar, dan tentu saya akan membawa kamu ke tempat yang cocok dengan selera kamu untuk memainkan “Salvation from the Guilty” ini.

Baiklah, saya akan ceritakan sedikit bagaimana saya memainkan “salvation from the guilty ini”. Bersiaplah untuk takjub!

Dari semua hasil recall yang sudah saya lakukan, saya lakukan juga klasifikasi terhadap banyak kesalahan-kesalahan itu, dari mulai yang nilai kesalahannya paling kecil hingga yang terbesar. Saya klasifikasikan dari mulai yang terkecil yaitu dari mulai Stage 1 dan seterusnya hingga yang terbesar yaitu Final Round.

Saya sendiri merasakan sebuah ketakjuban yang teramat luar biasa hebatnya ketika memainkan sendiri kecanggihan game “salvation from the guilty” ini. Saya melewati stage 1 dengan sangat mudah, hanya dengan melakukan manuver “maaf” terhadap kesalahan itu, selesai. Begitupun dengan stage-stage selanjutnya. hingga di Final Round saya mengalami kesulitan untuk menyelesaikan permainan, karena kesalahan yang terjadi di masa lampau melibatkan banyak sekali orang didalamnya sehingga saya harus melawan para pasukan musuh yang terdiri dari ratusan tentara amarah, ribuan monster kebencian, hingga harus melawan Raja jahat terakhir yaitu “Raja rasa malu yang amat sangat”. Namun perlahan saya kalahkan semua pasukan-pasukan itu dengan mengeluarkan jurus kesabaran dan jurus andalan yaitu jurus keikhlasan akhirnya saya kalahkan semua pasukan-pasukan dan monster-monster itu. Namun tetap saja, perasaan malu yang terus menghantui saya selama ini masih tetap sulit dikalahkan. Saya sudah memainkan banyak manuver-manuver, namun untuk mengalahkan musuh yang terakhir ini saya cukup kewalahan dibuatnya. Hingga akhirnya saya menemukan sebuah jurus spesial yaitu jurus “The Bravery”, didalam jurus The Bravery itu terdapat beberapa spesifikasi yang bisa membuat lumpuh rasa malu, diantaranya terdapat kekuatan “chin up”, “be strong”, dan juga “smile to win”. Dengan mengeluarkan jurus spesial itu, Raja terakhir yang bernama rasa malu yang amat sangat itu lenyap terbakar kepanasan, dia meringis, mengerang, memekik, membahana sampai akhirnya yang tersisa hanyalah abu yang tertiup angin kemenangan.

Sungguh ini adalah kemenangan yang nyata, yang pernah saya lewati. Kemenangan terbesar melawan diri sendiri. Sungguh semuanya terasa seperti saya berdiri diatas sebuah panggung kemenangan dan dihadiahi pelajaran-pelajaran yang tak ternilai harganya.

Dari setiap stage yang saya lewati, saya terus mendapat tambahan kekuatan untuk terus melangsungkan kehidupan yang masih panjang ini (amin). Jadi, muncul banyak pelajaran yang saya ambil untuk tambahan kekuatan dan amunisi untuk menyelesaikan stage berikutnya, biasanya di layar itu, muncul sebuah quotes seperti “the biggest enemy in your life is yourself” atau “every clue is in you” dan yang lainnya.

Setelah saya menyelesaikan game itu, lalu sejenak saya melakukan proses pengendapan atas hasil yang saya dapatkan dari “Salvation from the guilty”. Lalu setelah itu saya membangunkan diri secara perlahan, hingga akhirnya saya terbangun dengan keadaan yang sangat jauh lebih baik dari sebelumnya, jauh lebih berenergi dari sebelumnya, jauh lebih kuat dari sebelumnya.

Permainan ini sungguh memberikan efek yang nyata dalam proses rekonstruksi kehidupan saya. Semuanya terasa sangat damai. Aaagghh, kedamaian yang selama ini saya cari akhirnya saya temukan ketika saya berhasil memaafkan setiap kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi dahulu. Sungguh, kedamaian itu benar-benar ada, ketika kita telah berhasil menyelesaikan peperangan terbesar, yaitu berperang melawan diri sendiri.

Bagaimana, canggih bukan?

Ingin segera bermain “Salvation from the guilty” ? haha, saya tidak dalam kapasitas untuk melakukan promo atas praktek hipnosis saya. Saya hanya akan memainkan Salvation from the guilty ini hanya untuk orang – orang tertentu saja. Orang-orang yang mau mengakui kesalahannya, orang-orang yang berani bertindak benar atas apa yang salah, orang-orang yang memiliki keyakinan yang kuat akan dirinya sendiri bahwa dirinya memiliki sebuah potensi yang sangat besar.

Setelah menyadari, betapa berbuat salah itu bisa membuahkan sesuatu yang amat sangat berguna, sekarang saya menjadi tertantang dengan apa yang akan terjadi di depan sana saat kehidupan ini semakin memunculkan masalah-masalah baru nantinya. Karena tuhan menciptakan sesuatu melalui sebuah alasan, termasuk tuhan menciptakan naluri berbuat salah pada manusia yang pasti didasari dengan sebuah alasan yang besar. Dan saya akan membiarkan diri saya berbuat kesalahan, saya tidak pernah takut salah, karena saya akan belajar darinya.

Sebuah pesan dari alam bawah sadar sana ingin menyapa kamu semua dan segera merasuki pikiran kamu semua yang membuat kamu menjadi manusia yang lebih baik lagi. Pesan itu berbunyi “maafkanlah setiap kesalahan yang pernah terjadi dan belajarlah darinya, lalu rasakan bagaimana sebuah rasa damai yang benar-benar nyata terjadi dalam hidupmu”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s