Tips: Bagaimana mendengarkan Wanita

Listenini sangat penting,dan sayang apabila pria glossy belum membacanya. Mungkin anda melakukannya secara natural,tapi terkadang emang terkesan rumit. What a woman want? Hal ini berhubungan erat dengan rasa empati yang terkadang pria glossy sering melewatkannya. Saya adopsi langsung dari tulisan Lex dePraxis, salah seorang instruktur Hitmansystem.

Wahai Pria, ayo akui, kita sangat payah dalam hal mendengarkan ketika berurusan curhat one-on-one. Bila seseorang bercerita sesuatu, biasanya kita sibuk memikirkan apa yang ingin kita katakan balik kepadanya. Khususnya ketika pencerita itu seorang wanita, entah mengapa kita otomatis berusaha keras memikirkan celetukan yang paling cerdas dan lucu untuk menarik perhatiannya.

Saya mungkin berlebihan, tapi sepertinya kita sering memperlakukan mendengarkan sebagai periode masturbasi ribuan pemikiran sendiri yang diakhiri dengan tumpahan orgasme ketika tiba giliran berbicara. Jika saja kita pria mampu membuat wanita merasa didengarkan, kita setidaknya sudah merebut tiga puluh persen pertama dari hatinya. Sebaliknya jika kita adalah si macho yang selalu berbicara ngalor ngidul kemana-mana dengan ratusan anekdot terbarunya, kita tetap menarik perhatian wanita, tapi sama seperti mereka menyenangi acara radio dan TV favoritnya (yang bisa ia ganti kapan aja bila bosan!).

Mendengarkan itu mudah, tapi bukan berarti pria dilahirkan dengan kemampuan yang sama dengan wanita. Kaum Adam begitu tenggelam dalam ego dan kehebatannya, sampai tidak pernah terlatih untuk mendengarkan dengan baik. Itu adalah penyakit klasik pria selama berabad-abad yang tidak mudah untuk dibereskan. Saya memang tidak berusaha untuk mengajarkan penyembuhannya. Setidaknya, tidak sekarang.

Kita pria sering menganggap wanita cerewet dan rumit, tanpa pernah terpikir bahwa mungkin sebenarnya mereka hanya sedang meminta perhatian kita beberapa menit saja. Bagi wanita, terlihat mendengarkan itu sama berharganya dengan mendengarkan yang sebenarnya. Mereka tidak dapat membedakan keduanya, atau kalaupun bisa, mereka tidak terlalu peduli karena setidaknya mereka mendapat perhatian yang diinginkan. Apa yang akan saya bagikan tidak lain dari cara untuk menghargai permintaan sederhana tersebut. Ini semua berhubungan dengan representasi fisiologi untuk menghasilkan respon emosi yang sama seperti ketika kita sedang mendengarkan curhat seseorang dengan seksama.

Pendeknya, seorang wanita akan otomatis merasa puas dan nyaman karena Anda mendengarkan ceritanya. Hanya saja Anda tidak sungguh-sungguh melakukannya. Bahkan Anda bisa tidak mendengarkannya sama sekali, dan tetap memberikan respon yang memuaskan ketika tiba giliran Anda.nSimak poin-poin berikut ketika lawan bicara sedang menyampaikan ceritanya:

* Kendalikan mata liar Anda! Bila seseorang wanita sedang bercerita, ia memang sedang meminta telinga Anda, tapi bukan berarti sang mata bebas merajalela kemana-mana. Berkelana ke arah selain posisi lawan bicara Anda adalah tindakan kekejian, demikian juga memandang ke arah tertentu dari tubuh lawan bicara tersebut. Mata pria sering seperti Frankeinstein yang memiliki nyawa sendiri sehingga Anda harus berupaya keras untuk mengendalikannya. Pria, hindari memandangi spot-spot ini: hidung, jerawat,  tahi lalat, bibir, gigi, dan terutama, dada!

* Hei, lupakan dadanya.. Sudahlah, tidak perlu mencuri-curi karena tidak ada hal yang baru lagi di sana. Kendalikan decak nafsu mata Anda untuk sejenak demi memusatkan perhatian pada orang yang sedang curhat itu. Karena bila Anda memang beruntung, tidak tertutup kemungkinan setelah curhat itu Anda ditraktir pemandangan yang halal tanpa perlu mencuri-curi lagi.

* Ketika memandang wajah, fokuskan mata Anda tepat pada pangkal tulang hidungnya. Bagi yang tidak tahu dimana itu pangkal tulang hidung, ia adalah gundukan terendah yang secara horizontal tepat memisahkan kedua ujung mata lentiknya. Ini adalah titik sentral yang membuat lawan bicara merasa Anda sedang memandang tepat ke kedua matanya. Jika fokus Anda pada bola matanya, Anda hanya melihat salah satu matanya saja dan berpindah-pindah dari satu ke lainnya.

* Tatapan mata adalah salah satu simbol emosi untuk perhatian. Manusia adalah makhluk egois yang selalu ingin dunia berputar di sekelilingnya. Jika Anda bisa memberikan kesempatan seperti itu beberapa menit saja, jangan terkejut bila tiba-tiba dia menceritakan rahasia terdalamnya yang tidak pernah diceritakan ke siapapun. Tapi ingat sekali lagi, Pria, gundukan di wajah. Bukan di bawah pundak!

* Senyumlah dengan kedua sudut luar mata Anda. Ambil cermin dan coba berpose tertawa atau tersenyum, maka Anda akan melihat sudut luar mata menipis dan sedikit membentuk sudut menanjak. Inilah mata yang tersenyum. Berikutnya, coba untuk membuat sudut mata seperti itu lagi kali ini tanpa gerakan senyum bibir. Karena faktor fisik, setiap orang memiliki cara masing-masing, tapi tidak sulit untuk menemukannya.

* Sekalipun saya percaya senyuman selalu membuat orang nyaman dan merasa diperhatikan, namun terlalu banyak senyum membuat Anda seperti orang bodoh. Atau lebih parahnya, Anda jadi terlihat meremehkan curhatannya. Untuk menyiasati hal tersebut, Anda cukup perlu menciptakan sudut mata yang tersenyum itu, khususnya ketika sedang bertukaran pandangan seperti di poin sebelumnya. Ini membuatnya merasa Anda menyambut dengan ramah.

* Ketika ia selesai berbicara, ada dua kemungkinan tindakan yang dia lakukan. Pertama, ia menatap lurus ke mata Anda dengan tatapan yang meminta respon. Bila ini terjadi, tahan kelopak mata Anda selama dua detik, lalu kedipkan keduanya dengan perlahan. Jangan terlalu pelan sampai seperti orang mengantuk. Cukup setengah dari kecepatan normal kedipan. Ini adalah ucapan, ? Okay, saya mengerti..? tanpa perlu membuka mulut sama sekali.

* Atau kemungkinan yang kedua, matanya menerawang memandang ke bawah, indikasi bahwa dia sedang mengadakan pembicaraan internal di pikirannya. Tahan nafsu Anda untuk menyemburkan kata-kata atau nasihat. Biarkan suspense itu terjaga, sampai akhirnya dia bersuara menanyakan pendapat Anda.

* Dengan gerakan seminimal mungkin, tarik nafas dalam-dalam dan keluarkan perlahan lewat mulut. Pastikan itu bukan gerakan yang mencolok, tapi ia harus mendengar halus suara tiupan nafas dari bibir Anda. Suara halus tersebut menimbulkan efek rileks pada lawan bicara Anda. Selain itu, Anda juga terlihat menjadi seperti tenggelam dalam simpati dengan apapun yang sedang dia ceritakan.

* Terakhir, bila akhirnya sudah tiba saatnya Anda berbicara, atau dia sudah menagih giliran Anda, ucapkan kata ini, ?Bagaimana perasaan kamu sekarang..? Ini adalah bagian terpenting dari seluruh strategi di atas. Kunci yang selalu saya pakai ketika tiba giliran bicara.

Apa yang dikerjakan oleh pertanyaan ini adalah ia bertindak sebagai sumbu utama dari semua yang telah oleh lawan bicara ceritakan semenjak awal. Anda akan mendengar semacam rangkuman yang padat penuh dengan ungkapan emosi. Anda bisa saja tidak mendengar semua cerita di awal, tapi bila mendengar bagian ringkasan ini saja (yang biasanya pendek, satu dua menit), Anda bisa merakit jawaban yang sesuai dengan keadaan!

Apa sulitnya untuk benar-benar mendengarkan barang satu dua menit di ujung cerita? Sangat-sangat mudah. Lawan bicara Anda merasa tersalurkan, ia juga mendapat respon yang memuaskan, ditambah lagi Anda bisa memberikan jawaban yang simpatik tanpa berjerih lelah mendengarkan cerita Sabang Sampai Merauke itu.nnPendengaran adalah kemampuan, namun mendengarkan adalah keahlian! Waktu dan proses adalah indikator yang menentukan sensitifitas yang memuaskan ketika berurusan dalam hal curhat-mencurhat. Bila Anda membaca buku yang mengajarkannya, setidaknya membutuhkan satu hingga tiga bulan untuk bisa mempraktekkannya dengan memuaskan. itupun belum pasti. Tapi dengan artikel ini, Anda dapat langsung melakukannya sekarang juga bila seseorang memotong aktifitas Anda untuk curhat.

Perhatikan poin-poin di atas, sama sekali bukan pedoman mendengarkan yang baik. Bahkan saya tidak menyentuh fisiologi pendengaran sedikitpun. Karena memang itu tujuan saya. Bagaimana Anda terlihat sedang mendengarkan, padahal justru sebaliknya.

Saya tahu ini terkesan manipulatif, sebenarnya jauh dari itu. Cara-cara tersebut sangat berguna ketika seorang wanita mendadak curhat ketika Anda sedang terburu-buru atau sibuk mengerjakan sesuatu. Atau misalnya Anda sedang pusing dan tidak mampu konsentrasi mendengarkan apa-apa. Atau bila Anda memang pria tipe konselor yang sensitif dan seksama seperti saya, jelas tehnik di atas dapat melipatgandakan efek perhatian yang Anda inginkan. Menyenangkan, bukan?

Akhir kata, selamat sukses mempraktekkan pengetahuan di atas.

Saya harap Anda dari tadi tidak berpura-pura mendengarkan.

Iklan

One thought on “Tips: Bagaimana mendengarkan Wanita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s